Well Defined
Ketika seseorang mendefinisikan sesuatu, sebenarnya itu adalah mengkaitkan sesuatu yang didefinisikan dengan kenyataan lainnya yang dianggap memiliki kesesuaian dengan yang ada pada yang didefinisikan. Tidak mungkin anda mendefinisikan (menjelaskan) sesuatu dengan memakai alat bantu (bahasa atau sistem simbolik lainnya) yang sekecil berapa persenpun tidak ada kesesuaian dengan yang didefinisikan.
Lalu adakah definisi yang baik ? Tentu ada, tetapi tidak ada definisi yang tepat. Ini bukan berarti tidak ada sama sekali definisi yang dianggap layak (berdasarkan kaidah-kaidah pendefinisian), melainkan hanya menegaskan jangkauan dari definisi yang dianggap layak. Dengan pengertian bahwa ada definisi yang baik, dan kalaupun ada definisi yang tepat … itu adalah merupakan definisi yang konsisten dalam jangkauan tertentu tetapi tidak menyeluruh.
Philosophy | Comment (0)There is Only One God !
Sebaiknya simaklah terlebih dahulu tentang pembuktian keberadaan Tuhan (There is God !) sebelum menelaah artikel ini.
Sebagaimana telah dinyatakan tentang pembuktian adanya “KEBERADAAN TAK BERAWAL”, tentu ini memberikan konsekuensi lebih lanjut yaitu adanya kemungkinan lebih dari satu “KEBERADAAN TAK BERAWAL”, dimana masing-masing dari keberadaan tak berawal tersebut boleh jadi merupakan keberadaan tak berawal bagi keberawalan seluruh jenis kucing, atau bakteri, atau lainnya apapun itu (seolah-olah ada tuhannya kucing, tuhannya bakteri, tuhannya batu, setiap sesuatu dengan tuhannya sendiri-sendiri atau bahkan tuhannya alam - alam semesta). Yang masing-masing dari tuhan ini juga dapat dianggap sebagai tak berawal.
Konsekuensi atas dugaan adanya banyak keberadaan tak berawal (lebih dari satu) ini telah dipikirkan beberapa tahun setelah mengetahui adanya bukti “KEBERADAAN TAK BERAWAL”. Dan setelah saya temukan argumentasinya serta sekali lagi belum adanya pembahasan dengan pola kedalaman seperti yang telah saya eksplorasi, maka pada akhirnya pembuktian hanya ada satu keberadaan tak berawal saya publikasi.
Argumentasi ini mungkin tidak sesuai bagi setiap orang, karena masing-masing pribadi memiliki kecenderungan yang berbeda dalam menanggapi tentang argumentasi seperti apa yang sesuai bagi setiap pribadi. Ini bukan masalah, dan memang tidak setiap pribadi dapat sesuai untuk keseluruhan pribadi.
Philosophy | Comment (1)